Selasa, 19 Januari 2016

Cara menentukan kadar LIGNIN metode KLASON


Lignin merupakan komponen utama penyusun kayu selain selulosa dan hemiselulosa. Lignin adalah polimer alami yang tersusun atas molekul-molekul polifenol yang berfungsi sebagai pengikat sel-sel kayu satu sama lain, sehingga kayu menjadi keras dan kaku.
Metode penentuan lignin secara kuantitatif ada 2:
  1. Metode langsung
  2. Metode tdk langsung:
        Dihitung sesudah penentuan polisakarida
        Metode spektrofotometri
        Hasil reaksi lignin dengan bahan kimia pengoksidasi
Metode langsung didasarkan pada prinsip isolasi dan penentuan secara gravimetric lignin yang tidak larut dalam asam (NASL).
Lignin Klason termasuk ke dalam penentuan kadar lignin secara langsung.
Metode klason digunakan dalam penetuan lignin dimana prosedur ini memisahkan lignin sebagai material yang tidak larut dengan dipolimerisasi selulosa dan hemiselulosa dalam asam sulfat 72% yg diikuti hidrolisis pada asam sulfat 3% yg dipanaskan (Fengel dan Wegener 1995).
standar TAPPI T 222 om 88
       TAPPI (Technical Association for the Pulp, Paper and Converting Industry) adalah sebuah organisasi nirlaba yang mengembangkan dan menerbitkan standar mengenai pulp, kertas, kemasan dan mengubah industri, serta beberapa industri terkait.
       Berkantor pusat di dekat Atlanta, Amerika Serikat, standar TAPPI digunakan oleh sekitar 14.000 anggotanya.
       TAPPI adalah penerbit utama, memadamkan beberapa majalah industri-spesifik serta jurnal peer-review.
       TAPPI juga berfungsi sebagai administrator untuk TAGs AS (Amerika Serikat Teknis Advisory Group) ISO / TC 6 (International Organization for Standardization / Panitia Teknis).
Penentuan kadar lignin dgn metode klason
       Sampel kayu bebas ekstraktif ekivalen  dengan berat kering 1.00±0.10 gram dimasukkan ke dalam gelas piala.
       Setelah itu ditambahkan larutan asam sulfat 72% 15mL yang dilakukan secara perlahan sambil diaduk dgn suhu dijaga 20±1C.
       Setelah tercampur sempurna, gelas piala disimpan dalam ruangan dengan suhu dijaga 20±1C selama 2 jam sambil diaduk sesekali.
       Siapkan 300-400mL air dalam erlenmeyer 1000mL, kemudian sampel dalam gelas piala dimasukkan ke dalam erlenmeyer.
       Larutan dibilas dan diencerkan dengan air hingga konsentrasi asam sulfat menjadi 3% yaitu hingga kira-kira total volume 575mL.
       Larutan dididihkan selama 4 jam dan menjaga volume tetap konstan dengan menambahkan air panas
       Lignin disaring dan kemudian cuci dengan air panas sehingga bebas asam.
       Sampel lignin dikeringkan dalam oven pada suhu 105±3C hingga beratnya konstan dan siap ditimbang.
       % lignin dihitung dengan cara =   x 100%
Dimana: A= berat lignin (gram) dan B= berat serbuk awal (gram)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar