Selasa, 19 Januari 2016

Cara Mengambil Minyak Nabati

Cara pengambilan minyak nabati memerlukan beberapa proses yang diantaranya adalah:
  1. Memperoleh minyak kasar (minyak mentah = crude oil)
  2. Perbaikan kualitas minyak
  •  Rafinasi
  •  Fraksinasi
  •  Interesterifikasi
A.   Proses memperoleh minyak kasar
Minyak kasar (crude oil) dapat diperoleh dengan cara sbb:
1.       Proses Hidrolik
Proses ini dilakukan secara konvensional (tidak kontinu), sisa minyak 5–7 %
2.       Screw Press
Screw press ini serupa dengan press dalam alat penggilingan daging, bisa bekerja terus menerus. Tekanan bisa mencapai 10-20 ton/SI (inci2), sisa minyak 4–6%.
3.       Cara Ekstraksi
Cara ekstraksi dengan menggunakan bahan pelarut minyak seperti : hexan, trichloro-ethylene, dichloro-ethylene, benzene. Dengan cara ekstraksi dapat dikeluarkan hampir seluruh minyak dari bahan : tinggal 1%

B.    Perbaikan kualitas minyak
Minyak kasar yang telah diperoleh belumlah bisa langsung digunakan, oleh karena itu dilakukan treatment selanjutnya yaitu dengan:
1.       RAFINASI (REFINING)
Tujuan : Untuk menghilangkan kotoran-kotoran, warna, bau, dan rasa yang tidak enak yang ditimbulkan oleh kotoran-kotoran seperti komponen nongliserida, asam-asam bebas, partikel-partikel protein, rostatide.

Adapun prosesnya meliputi :
a.       Degumming
Tujuan :
Untuk menghilangkan zat-zat terlarut yang bersifat koloidal seperti resinum, protein dan fosfatida dalam minyak mentah.
Prinsip :
Terjadinya proses pembentukan flok-flok dari zat-zat terlarut serta terkoagolasinya zat-zat yang bersifat koloidal dalam minyak mentah.
Cara :
Dengan penambahan asam (H3PO4, H2SO4 dsb) untuk membentuk flok-flok zat terlarut dan koagulasi koloid.
b.      Netralisasi
Tujuan : Untuk menghilangkan asam lemak bebas yang terdapat dalam minyak yang dapat menimbulkan bau tengik.
Cara :
1.  Dengan menambah soda kaustik (proses penyabunan).
Prinsip : reaksi penyabunan antara asam lemak bebas dengan larutan alkali soda kostik. Reaksinya :
R – COOH + NaOH → R – COONa + H2O   (1atm, 60-800C)
Sabun yang terbentuk dipisahkan dengan cara pengendapan dan sentrifugasi.
2.    Dengan destilasi uap dapat mereduksi asam lemak bebas sampai tersisa  hanya 0,01–0,03 %
Prinsip : asam lemak bebas yang lebih volatil dari gliserida akan menguap.
Proses ini dilakukan pada suhu tinggi dan tekanan rendah (vakum).
c.       Bleaching
Tujuan : Untuk mengurangi atau menghilangkan zat-zat warna pada minyak baik yang terlarut ataupun yang terdispersi.
Warna berasal bawaan bahan baku
        a. Caratinoid (merah dan kuning)
        b. Klorofil dan peptin (hijau)
Cara :
        a. Absorbsi dengan norit atau tanah pemucat
        b. Secara kimia dengan prinsip reaksi oksidasi
        c. Hidrogenasi & pemanasan
d. Deodorasi.
Tujuan : Untuk mengurangi atau menghilangkan rasa dan bau yang tidak dikehendaki berasal dari karbohidrat tak jenuh, FFA dengan MR rendah, atau senyawa-senyawa aldehid dan keton
Cara : dengan destilasi uap (10-20mmHg, 140-200o C)
Prinsip :
perbedaan volatilitas, dimana senyawa-senyawa yang dapat menimbulkan rasa dan bau tersebut lebih mudah menguap daripada gliserida.

2.       Fraksionasi
Tujuan :
untuk memisahkan fraksi cair (minyak) dan fraksi padat (lemak). Fraksi cair mengandung olein dan fase padat mengandung stearin
Cara :
a.       Tanpa pelarut (fraksionasi kering)
Caranya, Minyak dipanaskan sampai 70oC kemudian didinginkan dan suhu dipertahankan pada 50oC selama 24 jam
b.      Dengan pelarut (fraksionasi basah)
Caranya,  dengan ditambahkan pelarut ke dalam minyak, kemudian diaduk perlahan-lahan sampai diperoleh fasa cair dan fasa padat
Bag atas : Fasa cair (campuran antara olein & pelarut), dipisahkan dengan destilasi
Bag bawah : fasa padat (stearin)

c. Dengan larutan deterjen (sodium lauryl sulfat)
Prinsip = sama seperti fraksionasi kering, hanya ditambahkan deterjen untuk aksi pembasahan (wetting action), waktu pendinginan lebih cepat dan hasil pemisahan lebih baik
3.       Interesterifikasi
Tujuan : Untuk mengubah titik cair lemak, sehingga asam lemak jenuhnya dapat diubah menjadi asam lemak tak jenuh
Prinsip : jika lemak dipanaskan dengan adanya suatu katalisator (biasanya Natrium Ethoxida atau Natrium Methoxida) sampai temperatur 110–1600C, maka gugusan asam lemak dapat berubah posisi.

Manfaat minyak nabati adalah sebagai berikut:
1. Bahan makanan:
minyak goreng, bahan baku margarin, kue dsb.
kandungan terbesar adalah lemak, yang berfungsi sbg:
                1) sumber energi
                2) pembawa vitamin A,D,E,K
                3) mengandung asam lemak esensial terutama asam lemak tak jenuh
2. Bahan baku industri lain :
   - sabun - cat - vernish
   - kosmetik (sampo. Lipstik dll)
   - pelumas





Tidak ada komentar:

Posting Komentar